10 Pedoman untuk Mengelola Bisnis di Periode Pandemi Covid-19

0
63
<pre><pre>10 Pedoman untuk Mengelola Bisnis di Periode Pandemi Covid-19

Tidak dapat dipungkiri bahwa wabah Covid-19 berdampak signifikan terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Kompas.com melaporkan bahwa ada sekitar 37.000 pengusaha UMKM yang merasakan dampak pandemi Covid-19.

Dengan kondisi ekonomi seperti ini, sebagai pemilik bisnis, Anda diharapkan lebih bijak dalam mengambil sikap. Anda dapat mulai dengan mengubah strategi bisnis Anda sehingga Anda dapat bertahan hidup bahkan di masa-masa sulit seperti sekarang. Atau Anda juga dapat mulai menerapkan pola kerja jarak jauh atau Bekerja dari Rumah.

Artikel ini telah merangkum 10 pedoman bagi Anda pemilik UKM untuk mengelola bisnis di pandemi Covid-19.

10 Tips untuk Mengelola Bisnis dalam Wabah Corona

Mengelola bisnis pada hari biasa tidak mudah, terutama saat wabah. Tetapi jangan khawatir, di bawah ini ada 10 kiat yang dapat Anda gunakan untuk mengelola bisnis Anda sehingga dapat terus bertahan di masa-masa sulit.

1. Jadilah Pemimpin yang Dibutuhkan Banyak Orang

Meskipun menjalankan bisnis selama pandemi terasa lebih berat dari biasanya, cobalah untuk selalu menjadi pemimpin yang dapat diandalkan. Di saat seperti ini, tim Anda membutuhkan seseorang yang dapat melindungi dan menjamin bahwa semuanya akan baik-baik saja bahkan di saat krisis.

Yakinkan tim Anda bahwa Anda dan tim akan melalui krisis ini bersama. Yang paling penting, terus memupuk semangat juang di tim Anda. Karena jika semangat itu hilang, maka bisnis Anda akan terpengaruh.

Semua ini ada di tangan Anda, karena Anda adalah pemimpinnya. Teruslah berpikir jernih, sehingga situasi di organisasi Anda juga tetap kondusif.

2. Buat Rencana Kerja Jarak Jauh

Salah satu langkah yang harus Anda terapkan adalah mempraktikkan rencana kerja jarak jauh atau Bekerja dari rumah (WFH). Namun, sebelum Anda mulai, Anda harus memastikan semua anggota tahu apa yang harus mereka lakukan selama WFH.

Untuk memastikan kelancaran WFH, Anda bisa membuat regulasi. Aturan ini dapat berisi kapan anggota tim harus online, berapa lama jam kerja, seperti tenggat waktu apa yang harus dipenuhi, dan bagaimana berkomunikasi. Jangan lupa untuk melengkapi semua anggota tim untuk semua peralatan dan kebutuhan selama WFH. Misalnya: laptop, PC, ponsel, koneksi internet, uang saku, dan sebagainya.

Ada sejumlah alat yang dapat Anda gunakan selama WFH untuk tetap dapat berkomunikasi dan memenuhi kewajiban kerja. Anda dapat menggunakan Google Hangout atau Zoom, untuk komunikasi tatap muka. Untuk komunikasi obrolan, Anda dapat menggunakan Viber, Snapchat, Slack. Untuk pembagian tugas, Anda dapat menggunakan alat Quire atau Trello.

3. Berusahalah untuk Selalu Transparan dengan Karyawan dan Pelanggan

Hari ini adalah waktu yang sulit bagi semua orang. Banyak karyawan diberhentikan. Sebagai pemilik dan pemimpin bisnis, Anda harus selalu jujur ​​dan transparan dengan karyawan Anda.

Yaitu, keputusan apa pun yang Anda buat, atau kondisi apa pun yang dialami bisnis Anda, karyawan Anda harus diberi tahu. Tidak hanya karyawan, ingatlah bahwa Anda juga harus jujur ​​dan transparan kepada pelanggan. Terutama tentang perubahan dalam apa yang terjadi pada layanan bisnis Anda.

4. Fokus pada Situs Web Bisnis Anda

Memanfaatkan situs web untuk mengelola bisnis tentu saja merupakan keputusan yang tepat. Terutama, pada saat pandemi dan PSBB (Keterbatasan Sosial Skala Besar) seperti sekarang ini. Ketika lebih banyak orang memilih untuk melakukan transaksi online karena mereka harus tinggal di rumah.

Itu sebabnya, jika Anda belum memiliki situs web, saatnya untuk membuat situs web untuk bisnis Anda. Namun, tidak hanya memiliki situs web. Situs web Anda harus memenuhi kriteria situs web yang bagus dengan nama domain yang menarik dan mudah diingat.

Ada beberapa ekstensi domain baru yang dapat Anda gunakan untuk situs web bisnis Anda. Di antaranya adalah: .STORE, .TECH, .ONLINE, .SITE, .SPACE, dan lainnya. Ekstensi domain dapat membantu Anda membuat nama domain yang sesuai dengan bisnis Anda.

Jika memiliki e-niaga, Anda dapat menggunakan ekstensi domain .STORE. Menggunakan ekstensi domain yang tepat dapat memaksimalkan branding bisnis Anda secara digital lho! Coba lihat contoh nama domain di bawah ini:

  1. www.nanemtanam.com
  2. www.nanemtanam.store

Setelah melihat dua contoh di atas, Anda tentu langsung tahu situs web mana yang merupakan toko online, bukan? Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk memilih ekstensi domain yang sesuai dengan jenis situs web Anda. Dengan menggunakan ekstensi domain yang sesuai, merek Anda akan lebih kuat dan lebih mudah diingat.

5. Berlatih Empati

Di saat seperti sekarang, semua orang berusaha keras untuk beradaptasi. Banyak orang mengalami kesulitan beradaptasi dengan situasi baru seperti bekerja di rumah, di rumah, dan sekolah jarak fisik. Karena itu, penting bagi Anda untuk berlatih empati.

Cobalah untuk lebih fleksibel dan mengerti. Karyawan Anda bisa menjadi kurang produktif ketika di kantor. Mungkin karena ada anak-anak di rumah yang terkadang mengganggu atau membutuhkan perhatian. Atau ada beberapa masalah teknis dan psikologis selama WFH yang membuat mereka tidak dapat bekerja secara optimal.

Yang perlu Anda lakukan adalah memahami dan memberi waktu untuk beradaptasi. Jangan lupa untuk selalu memberikan penghargaan dan dukungan sehingga mereka dapat terus memberikan hasil terbaik selama WFH.

6. Evaluasi Keuangan Bisnis Anda

Di masa krisis seperti ini, penting untuk selalu menjaga kondisi keuangan bisnis Anda. Caranya adalah membatasi pengeluaran dan melakukan evaluasi keuangan secara teratur. Penting bahwa Anda melakukan evaluasi keuangan rutin untuk mencegah bisnis Anda dari kehilangan.

Di sisi lain, Pemerintah Indonesia telah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait ekonomi selama epidemi Covid-19. Misalnya relaksasi pajak dan kredit UMKM. Kebijakan ini tentu dapat membantu meringankan beban Anda sebagai pemilik bisnis.

7. Jangan Turunkan Harga Produk

Selama krisis, cobalah untuk tidak mengurangi harga produk atau layanan Anda. Karena jika Anda terus melakukannya, nilai produk dan layanan Anda mungkin turun juga.

Alih-alih menurunkan harga, cobalah memotong biaya. Atau, cobalah mencari peluang bisnis baru.

Misalnya, bisnis perawatan kecantikan seperti salon dan spa mungkin merupakan salah satu bisnis yang sedang mengalami masa sulit. Tetapi sebenarnya mereka dapat mengatasi ini dengan menjual produk kecantikan secara online, offline, atau menambahkan produk baru. Produk baru seperti pembersih tangan, peralatan spa rumah, terapi aroma, dan sebagainya.

Jadi, tetap memberikan produk dengan nilai yang sama atau lebih baik, tidak benar-benar menguranginya.

8. Andalkan Proposisi Penjualan Unik (USP) Bisnis Anda

Karena wabah ini, banyak pemilik UKM khawatir tentang masa depan bisnis mereka. Karena itu, inilah saatnya untuk mengandalkan USP atau sisi unik bisnis Anda.

USP adalah hal unik yang membedakan produk atau layanan Anda dari pesaing lain. Dengan USP, bisnis Anda dapat lebih diingat dan bertahan lama, bahkan dalam situasi yang sulit.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam membuat USP:

  • Tegas dan dapat dipertahankan- Buat pernyataan atau jaminan bahwa Anda menjual produk yang lebih berkesan dan lebih baik daripada pesaing & # 39; produk.
  • Fokus pada pelanggan- Unik saja tidak cukup. Anda harus dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dan membuatnya puas setelah menggunakan produk Anda.
  • Lebih dari sekedar slogan- Slogan tidak hanya digunakan untuk menyampaikan USP produk Anda, tetapi juga memanifestasikan bagian lain dari bisnis Anda. Anda harus mempraktikkan apa slogan perusahaan Anda.

Mungkin Anda harus melakukan penyesuaian atau bahkan perubahan skala besar. Namun, selama itu semua dapat membuat bisnis Anda bertahan, mengapa tidak?

9. Evaluasi Bisnis Anda

Meski bukan momen yang baik, tetapi momen ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi bisnis Anda. Anda dapat menilai kembali segala sesuatu yang berkaitan dengan uang tunai, perkiraan penjualan, pengeluaran modal, dan sebagainya. Anda dapat mendengarkan kemungkinan apa yang akan terjadi dan bagaimana menghadapinya, di bawah:

  • Tunai. Anda dapat memotong biaya untuk mengamankan keuangan bisnis Anda. Jangan lupa juga untuk menyiapkan dana darurat
  • Estimasi Penjualan. Gunakan strategi penawaran bisnis yang sulit ditolak, sehingga pelanggan Anda tidak memalingkan muka. Misalnya dengan memberi bonus, promo, dan sebagainya.
  • Pemasaran. Dengan penurunan penjualan, Anda sekarang harus mulai menerapkan efisiensi biaya pemasaran. Anda melakukan ini dengan memanfaatkan platform online gratis untuk pemasaran: pemasaran media sosial, pemasaran email, dan lainnya.
  • Jumlah Karyawan. Usahakan untuk mempertahankan jumlah karyawan. Meskipun mereka harus memangkas pendapatan mereka.
  • Anggaran. Selama Anda tidak bisa mandiri secara finansial, maka Anda harus terus memeriksa rencana belanja Anda.

10. Luangkan Waktu untuk Mencari Solusi

Tips terakhir dan terbaik untuk bisnis dalam pandemi adalah: memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk menemukan solusi.

Saat mencari solusi, tanyakan pada diri sendiri beberapa dari pertanyaan ini. Apakah bisnis Anda beradaptasi dengan keadaan? Apakah Anda memiliki cara untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan bahkan dengan waktu dan uang yang terbatas? Bisakah Anda berkolaborasi dengan bisnis lain?

Anda dapat meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan di atas. Maka jika sudah, rumuskan solusinya. Saran kami, selalu berusaha untuk tidak fokus pada hal-hal negatif. Sebaliknya, fokuslah pada hal-hal positif. Misalnya, peluang apa yang dapat Anda dan bisnis Anda eksplorasi untuk meningkatkan bisnis Anda di tengah pandemi.

Tetap Optimis dan Jangan Menyerah!

Sebagai pemilik UKM atau usaha kecil dan menengah, berusaha mempertahankan bisnis tidak cukup. Anda harus fleksibel dan berpikir visioner. Anda melakukan ini dengan mulai memperhatikan perilaku dan kebiasaan baru di masyarakat selama pandemi. Kemudian gunakan itu sebagai peluang bisnis baru.

Kunci kesuksesan sebuah perusahaan untuk bertahan hidup di saat seperti ini adalah cara para pemimpin bersikap. Berani mengambil tindakan tegas, tunjukkan kepemimpinan Anda di saat yang penuh tekanan ini.

Mengutip Charles Darwin, "Mereka yang selamat bukanlah yang terkuat atau terpandai, tetapi yang paling mudah beradaptasi."

Tetap semangat dan jangan menyerah!

Posting 10 Pedoman untuk Mengelola Bisnis di Periode Pandemi Covid-19 muncul pertama kali di Niagahoster Blog.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here